Badan pertanahan nasional kabupaten takalar memaksakan untuk menerbitkan setifikat tanah darat yang masih bersengketa

454

Top of Form

Bottom of Form

HAL              : Penyampaian
Perihal           : pengaduan  

 

 

Kepada
.yth : Kepala Badan pertanahan nasional(BPN ) Kementerian  Agraria dan tata ruang
.Di

Jakarta   .
Dengan Hormat   .
sehubungan  dengan  tanah sengketa  yg  telah  diukur  oleh  Bagian  Pengukuran Tanah  dari badan  pertanahan  nasional  takalar  , Dan Tanah sengketa itu  berlokasi didesa aeng Batu batu  kecamatan galesong utara kab .takalar  sulawesi selatan , persil 55 D1 kohir 755.C1  yang tertera dibuku  C1 Atau  Buku Rinci  / buku  Rinci yg ada  didesaAeng  Batu batu . Atas Nama Samaung  bin palara , tanah seluas  0.3 Ha,  dan  Tanah tambahan dari Laut  Luas  0,35 Ha  atau   (Tiga ribu Lima ratus  meter persegi)   dari Hasil pengukuran   BPN  takalar. Tanah  yg telah diukur  oleh  pihak pertanahan  adalah Tanah sengketa  yg dibeli oleh Kahar  daeng  Sibali  dengan Luas .35 Ha. Namun  tanah  itu adalah  tanah tambahan  dari Laut  karena tanah darat  itu ber ada  dipesisir  pantai dan  Memiliki  tanah induk  merupakan  tanah adat , dan   merupakan tanah induknya  hanya . 3 Ha  atau tiga ratus meter persegi persil  55  D1 kohir 755 C1 atas  nama samaung bin palara  , dan diduga  pelaku  melakukan penjualan  secara sepihak  dan bukan Hak milik nya  yaitu   Sabang dg Gassing  ,  yunus Murad , juraidin   , dan selaku  pembeli terahir adalah   H.Kahar daeng  Sibali dan pembeli  terahir  sudah mengajukan  permohonan  Sertifikat  padahal  tanah yg mereka  ajukan  yang mau di sertifikatkan adalah  tanah dipersengketakan  oleh pemilik tanah   Ahli  waris  dari Samaung bin Palara ,  dan juga pihak pertanahan    sudah  turung meninjau Lokasi  tanah yg dipersengketakan kedua belah pihak   hadir  ,dilokasi tersebut ,  dan BPN Takalar  membenarkan  hal tetsebut  .

Dan mengapa  saat belakangan ini  pihak  Bpn  Takalar ingin memaksakan  untuk menerbitkan  Sertifikat tanah itu  yg masih dalam sengketa dan pemilik  tanah itu sudah  melakukan  upaya perdamaian  dimediasi  BPN Kab  takalar  sulawesi selatan , dan juga pemilik  tanah  itu  sudah pemasukan surat sanggahan  Kebadan  pertanahan nadional kabupaten  takalar dan saat ini sementara ahli waris  mau juga mengajukan gugatan kepengadilan negeri takalar. Jika tidak ada kesepakatan  dari pihak pembeli dan penjual dan pemilik  hak milik tanah tetsebut. Pihak  pemilik tanah berharap  kepada BPN  Takalar menanggukan dulu sertifikat yg diajukan Kahar dg Sibali,selain itu juga pemilik tanah berharap kepada Badan pertanahan  propensi sulawesi selatan (BPN ) Dan  selain  itu juga  pemilik tanah ahli waris  Berharap kepada Badan  pertanahan nasional ( B P N ) Pusat   atau kementrian agraria  dan tata ruang Badan  pertanahan Nasional  dijakarta  agar dapat menindak Lanjuti  kejadian yg terjadi  dibadan pertahan Kabupaten takalar,karena BPN  Takalar  diduga  ingin memaksakan kehendak untuk  menerbitkan sertifikat  tanah yg masih dipersenketakan kedua belah pihak  antara pemilik dan pembeli  maupun penjual tanah yg  bukan hak miliknya.
Demikian  selaku informasi kepada pihak Bpn terkait(pemilik  Tanah milik ahliwaris .

 

 

TAKALAR  :23 PEBRUARI 2018

 

TTD

 

( LARA  Dg Nai )