Beberapa Desa di Takalar tidak transparan dalam penggunaan dana alokasi desa dalam membangun desanya

320

Mapj –sulsel  .com  – Hasil pantauan  Lembaga  anti penyalagunaan  jabatan  beberapa desa  dikecamatan galesong  utara  kabupaten takalar  sulawesi selatan ,bahwa  papan  informasi  yang  dipasan  dikantor desa , maupun yang dipasan dipinggir jalan  masih  ada  beberapa  informasi yang dikoreksi  para warga  setempat dari beberapa  desa tersebut , karena  papan  informasi itu adalah  informasi penggunaan dana   alokasi  angaran desa,,

Namun  masih ada desa  memberikan  informasi  yang tidak  sesuai  anggaran  dilapangan  tentang pembangunan  yang ada didesa  masing  masing desa  tersebut ,,

Karena   banyak  proyek desa  ditemukan dilapangan  tidak  memasang  papan proyek   karena  tidak mau  diketahui oleh masyarakatnya   mengenai anggaran  Yang  digunakan  diproyek  yang  mereka kerjakan  serba tertutup  bersama  stabnya  yang terlibat diproyek   yang dikerjakan   pemerinteh desa  itu  ,di tiga tahun terahir ini ,,

Apalagi  saat  ini  anggaran  yang didapat  oleh  pemerintah desa  untuk pembangunan desanya   semakin meningkat   apalagi disaat memasuki   tahun anggaran  2018  banyak desa  mendapat kan  anggaran kurang lebih  ( 1 )satu  koma  tiga meliyar  ,

Sehingga   masyarakat   desa  berharap   kepada  pemerintah yang  terkait   sekiranya  melakukan  audit   penggunaan  dana desa mulai  anggaran  tahun  2015 tahun 2016  sampai  tahun  2017 utamanya  ,Badan pemeriksa keuwangan  ( B P K  ) Sekiranya  turung mengaudit  penggunaan  dana desa  sebelum  anggararan  baru turung  anggaran  2018  dana   alokasi desa   tersebut ,,

Namun   menurut  ungkapan  masyarakat  ada  didaerah  badan  pengawasan  daerah  yaitu  ( Bawasda  ) yang biasa turung  ke setiap desa   untuk   melakukan  pengauiditan  penggunaan  dana  desa  ,,tetapi masyarakat tak  pernah  dengar  bahwa   bagian  pengawasan dari daerah   itu , tak  pernah  ada temuan  disetiap desa tersebut  ,,pada  hal menurut  masyarakat  masih  ada  pemerinta desa  berani  main  main dalam melakukan  penggunaan  nggaran dana  alokasi desa  yang  diturungkan  pemerintah  disetiap desa ,,

Maka  dari itu , sudah ada  kepala desa  yang terjerumus  dalam korupsi   dan mendekam dibalik  jeruji  besih dilapas  takalar pempertanggung jawabkan  perbuatannya ,, seperti kepala desa Bonto loe  kecamatan  galesong kota  kabupaten takalar ,, selain  itu  kepala  desa  laikan  bersama  camat  marbo   turut terlibat korupsi tanah trasmigrasi dilaikan  mendekam  dilapas  makassar ,,

Sekiranya  pihak  pemerintah yang terkait   yang membidangi  pengauditan  anggaran  yang  diturungkan  oleh pemerintah  itu  sekiranya turung ke  semua  desa  ditakalar  perlu  diaudit penggunaan  dananya  apalagi  menjelang  tahun 2018  ada  pemerintah  baru dilantik  yaitu bupati baru  yang terpilih  menjadi bupati takalar ,, sedangkan bupati lama yang  tidak terpilih mendekam  dijeruji besih  dilapas kelas satu  makassar  , akibat  korupsi   penjualan  tanah trasmigrasi  dilaikan   senilai  17  meliyar {Rredaksi Andi Nasir  mapj sul sel .com )