Berita terkini ,,Dua korban penembakan dipulau lumu lumu petugas pelaku penembakan diduga menyembunyika korban tertembak selaku nelayan ,,,

    268

    Mapj sulsel.com _Dua orang   korban penembakan  dipulau  lumu lumu sampai saat ini belum  terungkap ,karena  belum ada  tindakan  yang dilakukan pihak kepolisian ,,dan  diduga  pihak korban ,, belum ada  yang melaporkan kejadian  ini ,

     

    Kedua  korban penembakan  atan nama  Asdar   terkena  peluruTembkan  dibagian punggung  dan  Sarifuddin   terken tembakan  dibagian leher ,,

     

    pelaku penembakan  adalah  IBU  DEWI  Dan kawan kawannya ,petugas dari  (BPSPL ) setelah  melakukan penembakan IBU  DEWI selaku petugas pesisir pantai   yang  bertugas dipulau itu petugas mengamakan  korban dan  dilarikan  ketim medis  dipulau ,,

     

    namun tim  medis dipulau itu  tak berani  melakukan pengobatan  karena  alatnya tak memungkinkan  dan terbatas ,,dan  tim  medis  yang ada dipulau  ketakutan  menagani  pasien terkena  tembakan  tersebut,,

     

    kejadian  ini  petugas  pelaku  penembakan  diduga   mau membuyikan korban  bahwa seolah olah tdk ada apa2  yg terjadi achirnya pihak korban dibawah lari kepulau barang lompa oleh petugas tsb selaku pelaku penemba berusaha membawah pihak korban ketim medis ,,

     

    masyarakat pulau barang lompo melihat diatas kapal orang korban  ditutup dengan  pengalas supaya tdk kelihatan pada  masyarakat  achirnya petugas bawah lari kepulau.lain untuk mendptkan perawatan jadi korban masi kritis bakkan pihak pelaku berupaya menghilakan jejeknya sehingga oknum tsb kemannggil pihak keluarga korban utk dibuatkan surat kesepakatan pihak keluarga tdk ada yg merasa keberatan penyataan ini dibuat oleh pelaku penembakan dikontor dikapoposan sebagai kantor oprasi potroli,, sedangkan perbuatan melawan hukum dan sangat bertentangan dengan pokok yg sesuai peraturan dan undang undang pasal  354 barang siapa melukai tubuh  seseorang dengan sengaja  melakukan  kekerasa dan diancam  penjara   delapan tahun  dan  denda 500 juta.sebagai pelanggaran hak asasi manusian dan maraknya  penggunaan senjata api harus dipertanggung jawabkan perbuatannya sesuai unsur kesalahan sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (1) undang udang  .Darurat no 12 tahun l951 dengan  ancaman  hukuman mati hukuman pejara seumur hidup.hukum penjara maksimal 20 tahun  a).pihak polisi lebih aktif lagi dlm upaya menanggulangi penyalahgunaan senjata api melalui sweeping/razia rutih.penyuluhan hukum,memperketak izin kepengurusan senjata api.melakukan kekerasan pasal  364 ayat(1)KUHP.bahwa barang siapa sengaja melukai seorang lain melakukan penganiauaan berat dengan  pidana penjara paling lama 8 tahun sesuai  hasil  investigas  tim  pencari pak  patta  lembaga mapj dan defisi hukum dan ham asasi manusia   ( tim  mpj  sulsel  .com )