Oknum Petugas Lautan di pulau lumu lumu menembak dua warga nelayan dengan peluru tajam hingga kritis

301

Mapj -sulsel .com  – Hasil  investigasi  lembaga  masyarakat anti penyalagunaan jabatan ,,penelusura   penembakan  yang  ada  dipulau  lumu lumu  kabupaten pangkep  ,atas anama   Asdar  terkena  tembakan  bagian  punggung belakan  sedangkan Syarifuddin   kena tembakan pada  leher  dipulau lumu lumu  sebagai jurakang. Ikan   itu  berada   diatas  perahu   kecil   yaitu  jolloro   enam orang   perahu   diburuh  oleh  petugas  patroli  ,jadi  masasrakat  nelayan  ketakutan  karena   diancam dengan  senjata api ,,dan tembaki masyarakat kepulau lumu lumu  hingga   ada   masyarakat dua orang kena tembakan  sehingga korban diamankan  oleh petugas  ,ibu Dewi Dkk(BPSPL)  petugas  yang melakukan  penembakan  membuyikan korban  , bahwa  korban penembakan   seolah olah tdk ada apa apa  yg terjadi  dilaut  achirnya pihak korban dibawah lari kepulau barang lompa oleh petugas  tersebut  selaku pelaku penembakan  berusaha  dibawah pihak korban ke  medis  terdekat ,namun  medis  tidak  mau  melakukan   pengobatan  karena ketakutan perawat ,, masyarakat pulau barang lompo melihat diatas kapal orang  korban  ditutup dg pengalas  supaya tdk kelihatan pd masyrakat  achirnya petugas bawah lari kepulau.lain untuk  mendptkan perawatan  bakkan pihak pelaku berupaya menghilakan jejeknya sehingga oknum tersebut  kemannggil pihak keluarga korban unuk  dibuatkan surat kesepakatan pihak keluarga tdk ada yg merasa keberatan penyataan ini dibuat oleh pelaku penembakan ,,dikontor dikapoposan sebagai kantor oprasi patroli sedangkan perbuatan melawan hukuk dan sangat bertentangan dengan   peraturan dan undang undang psl 354 barang siapa melukai tubuh berat dg melakukan kekerasa ancaman delapan tahun prnjara denda 500 juta.sebagai pelanggaran hak asasi manusian ,, dan maraknya  penggunaan senjata api ,, harus dipertanggung jawabkan perbuatannya sesuai unsur kesalahan sebagaimana diatur dalam pasal  1 ayat (1)undang  undang .Darurat no 12 tahun l951 dg ancaman  hukuman mati hukuman pejara seumur hidup.hukum penjara maksimal 20 tahun a).pihak polisi lebih aktif lagi dlm upaya menanggulangi penyalahgunaan senjata api , melalui sweeping/razia rutin .penyuluhan hukum,memperketak izin kepengurusan senjata api.melakukan kekerasan pasal  364 ayat(1)KUHP.bahwa barang siapa sengaja melukai  orang lain melakukan penganiayaan  berat dengan  pidana penjara paling lama 8 tahun sesuai hasil  envistigasi tim pencari pakta lembaga mapj dan defisi hukum dan hak  asasi manusia  (bantuan  kuasa hukum  ungkapan  lembaga  masyarakat  anti penyalagunaan  jabatan   pada saat  di  konfirmasi  Lewat   telpon  selulernya [Redak si tim mapj  sulsel .com]