penggerebekan aparat kepolisian sedikitnya 3 ton beras raskin yang ditimbung kades aeng batu batu dan polisi dianggap tak berarti kata warga diduga penegak hukum dipoles

328

 

Penggerebekan  aparat kepolisian  sedikitnya  3 ton  beras  raskin   ditimbung kades  aeng batu  batu , polisi   melakukan  penggerebekan  tidak  berarti  kata warga   penegak hokum diduga  dipoles,,

Mapj-sulsel ,,Takalar, beberapa waktu lalu pihak  aparat kepolisian dari mapolres takalar ,menggebek  rumah  mertua  kades  aeng batu  wahyudin mapparenta karena  diduga menimbung   beras  raskin  sebanyak  tiga ton  ,,beras  yang didugakan menimbung  raskin ,dan  kades telah terbukti  didapati  beras raskin  ditras  rumah mertuanya ,, raskin  atau rastra yang belum  dibagikan  kewarganya  selama  empat  bulan  terahir ini  lama nya  beras raskin  ditimbung,,.

Dan  rombongan anggota  polisi  mendatangi  tempat penimbungan  beras raskin yang ditimbung  itu hingga pihak polisi menyaksikan langsung  keberadaan  beras  raskin itu  tapi polisi tak  bisa berbuat apa apa  pada saat   ada dilokasi  penimbungan beras raskin  karena  kades  memberi beri alas an  pada polisi

namun alas an  kades itu   tidak  masuk akal dengan pembuktian  dilapangan ,,.  Karena  pihak  warga  sangat  membutuhkan  beras  raskin tersbut  seorang kades tak  kunjung membagi  kepada warganya ,,.

Maka warga  desa aeng  batu batu pada umumnya  membutuhkan  beras  raskin  yang ditimbung  bahkan tokoh masyarakatpun  mengatakan  bahwa penggerebekan itu yang dilakukan pihak kepolisian  tak  ada artinya bagi kades  aeng batu batu ,.

Media  mapj online  menkonfirmasi kepada warga  miskin   mengapa  sampai saat ini belum dibagi beras rakin itu apa  lagi kendalanya  maka  warga  mengatakan  pada  saat  ada  polisi  berhadapan dengan kades  dan pada  saat  kades   juga berjanji  akan membagikan  dalam waktu dua hari ini ,,.tetapi kenyataannya  kades tidak  membuktikan  ucapan  pada  saat digerebek oleh polisi ,,

Pihak  masyarakat  menduga  pihak  polisi  dan kades  ada  permainan dibalik itu karena  beras  raskin yang dibutuhkan oleh  orang miskin   tak kunjung didapatkan  haknya  sebagai warga miskin , dan warga .berharap kepada  penegak hokum yang terkait  dapat  menindak lanjuti lagi  kejadian  yang dikeluhkan  warga  miskin tersebut ,,.

Karena seorang kepala desa   kurang  memperhatikan  keluhan masyarakat  untuk  mendapatkan   beras raskin  ,, hingga  kades  diduga  tak lain hanya memperhatikan kepentingan  peribadi  untuk demi kesuksesan  diri seorang pemerintah desa selaku pemerintah setempat  ,, sebaiknya pihak kades   menrealisasikan   kebutuhan  warganya  yang membutuhkan ,jangan  hanya  Cuma tau  mengumpulkan kartu keluarga   orang miskin  demi untuk kepentingan sesaat  menurut  warga  ungkapnya (redaksi mapj  sulsel )