Penimbunan bawan putih ditemukan oleh pemerintah dari kementerian pertanaian hingga dilakukan penggerebekan

243

Rabu (17/5/2017). Gudang tersebut diduga digunakan sebagai tempat penimbunan bawang putih.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bawang putih yang ditimbun mencapai 182 ton. Penggerebekan ini dilakukan seiring dengan lonjakan kenaikan bahan pangan, di antaranya bawah putih di pasaran.

Amran menyebut, gudang tersebut milik perusahaan importir besar bernama PT Tunas Perkasa Indonesia (TPI). “Saya mendapatkan informasi, lalu berkoordinasi dengan polisi melakukan penyelidikan selama tiga hari. Hasilnya, kita tangkap, Rabu, subuh tadi,” ucapnya, Rabu.

(Baca juga: Menteri Amran: Tidak Ada Alasan Harga Bawang Putih Bergejolak)

Harga bawang putih di pasar, sambung Amran, menyentuh Rp 40.000 per kilogramnya. Kondisi ini telah berlangsung selama sepekan.

“Setelah digerebek, kita langsung operasi pasar. Tadinya, harga berada di kisaran Rp 40.000, terus turun Rp 38.000. Sekarang sudah Rp 25.000 di Pasar Kramat Jati,” tuturnya.

Ia mengingatkan, jangan ada pihak-pihak yang mencoba menimbun dan mempermainkan harga kebutuhan pokok lainnya jelang puasa. Ia memastikan, Satgas Pangan yang telah dibentuk akan langsung bergerak cepat untuk mengusutnya.

“Kuat dugaan ini mengarah ke kartel. Kami menyerahkan penyelidikan selanjutnya kepada polisi agar ditindak pidana,” tutupnya.

Pengamat: Harga Bawang Putih Mahal Salah Pemerintah Sendiri