permohonan sanggahan kebadan pertanahan nasional takalar (BPN)

6725

Surat   Sanggahan  Ke   Badan                                             pertanahan  nasional ( BPN )  Takalar

 

Perihal   :Permohonan  Surat Sanngahan  Tanah Darat ,  Hak milik persil 55 D1Kohir  8  C1 , Mereka sipenjual  dan sipenbeli  dan pemerintah setempat  ada  dugaan  bekerjasama  me rubah kohir  8 C1 menjadi   kohir  755 D1 dengan luas   0,8 are   menjadi 15 Ha  pada hal  Cuma  Luas  0,8 are  atau  ( Delapan ratus   meter persegi ) Atas nama   Arasa bin hatibu Tanah   induk  yang  sudah  bertanbah  luas  menjadi  0, 15  are  atau  ( seribu limaratus  meter persegi ) dan   lebihnya tanah Negara , tanah  tersebut   berlokasi  dipesisir  pantai ,didusun   jonggo batu  Desa Aeng   batu –batu ,,

 

Kepada :

Yth: Kepala Badan  Pertanahan  Nasional  [BPN] Takalar

di –

Kabupaten Takalar

 

\ Dengan hormat, Kami yang bertanda tangan dibawah ini/Selaku Ahli waris  Dari    Almarhum Arasa  bin  hatibu   :

 

Nama               : Muddin dg  Sila

Jenis kelamin   : Laki-laki

No. KTP             : 7305063112 54 0016

Alamat                : Dusun Bontorita   Desa  Aeng batu batu   Kecamatan ,Galut .kab. Takalar

No. Telp              : 081242550717

 

Dengan ini kami menyampaikan  kepada  kepala Badan  pertanahan nasional  Takalar,  yang namanya  kami sebutkan  dibawah ini.      :

 

Nama                 : H.  Kahar Sibali

Jenis kelamin   : Laki-laki

Alamat               : Batu- Batu  dusun jonggo Batu desa  Aeng  batu batu .Kecamatan .Galesong utara Kabupaten .Takalar sulawesi selatan ,penjualan dan pembelian Tanah yang  bukan hak miliknya  seluas 0,15  are  atau ( seribu Lima  ratus meter persegi ) kami  anggap  pembelian  tidak sah karena  sipenjual  bukan  hak  milik  mereka jual ,dan bukan ahli waris  menjual  Dari  Arasa  bin Hatibu   dan bukan pulah  ahli waris  pengganti  dari   samaung  bin  palara   yang  menjual  kepada  Kahar daeng  Sibali  karena kohir yang digunakan  755  adalah  kohir milik samaung bin  palara  digunakan  menjual  tertera   Dipeta blok   RINCI , atau di buku ,C 1 , diakta Jual beli  , yang dibuat PPAT Pemerintah   kecamatan galesong utara kabupaten .Takalar,  adanya Indikasi  merekayasa data Surat akta jual beli tanah, pembeli . mulai  pembeli pertama   (1) / pembeli  kedua (2)  Pembeli ketiga (3) /  yaitu  :  pembeli pertama  ,(1) Yunus  Murad    dari  Sabang  bin Dolo     nomor akta jual  beli  NO 145 /GU/IV/2009  ,Menggunakan  persil    55  D1 Kohir 755  C1  ATAS  Nama  Samaung bin  palara   luas 0,03 (Tiga ratus meter  persegi  ) Dijadikan  38 are  dan  kohir  8 c1  dan luas  0,8  are  delapan ratus  meter persegi  dijadikan luas  menjadi  15 are    namun  ada tambahan  laut  menjadi  luasa  15 Ha  sedankan  0,3  ha , menjdi 0, 20 ha atau Dua ribu meter persegi   karena  ada  tambahan laut  mereka gabung  menjadi  tiga ribu  limaratus  meter persegi  ,hingga  menjadi  luas   0,35  Ha  dua kohir  dijadikan satu kohir  yaitu  kohir  8  c1 Luas  8 are  kohir  755 C1  luas  0,3  are   digabung Men jadi satu  kohir 755 C1   merupakan tanah adat  dan  tambahan  tanah Negara .

 

Pembeli  Kedua  (II)     JURAIDIN  .H. ASIS   SE .MM.M.BA  . dari  Yunus  Murad    nomor  akta   jual beli   NO 474  /GU /2009  Dengan   Menggunakan  persil   55 D1  KOHIR 755 C1  atas  Nama  samaung bin palara , Luas  0,03  Ha (Tigaratus meter persegi  )  Namun ada tambahan   laut  luasa  0,35  Ha ,(Tiga ribu limaratus  meter persegi  ) Merupakan   tanah negara .

 

Pembeli  ketiga { III).H. KAHAR  SIBALI  ,  Dari  JURAIDIN    .H. AZIS  SE .MM , M.BA   nomor  akta   jual beli   NO  234   /GU /2017   .  Menggunakan  persil   55 D1  KOHIR 755  C1   Atas Nama  Samaung bin Palara  , luas  0,03 Ha  yang tertera  di peta Blok   C1 , Namun  ada  tambahan  laut   Seluas 0.35  Ha, atau [Tiga ribu  limaratus  meter persegi] satu objek  dijadikan dua akta jual beli, karena  diduga adanya  permainan ingin mau menhilangkan  luas tanah induk 0,3 are atau [Tigaratus meter persegi ]luas tanah darat itu ,menjadi 0,35  are  atau menjadi [ Tiga ribu Lima  ratus meter persegi ] ,karena tanah darat itu berada di lokasi pesisir pantai persil 55 kohir 755  C1  , Luas tanah induk  0,3 are  di dusun Jonggo Batu Desa aeng Batu -Batu  , padahal induk tanah darat itu.di dalam Surat Rinci kohir 755   C1   tersebut.atas Nama.Samaung Bin Palara,  Induk tanah itu Seluas 0,3 are . Bukan atas Nama Sabang  Bin Dolo./

Namun penjual   SABANG   bin Dolo tertera Seluas 0,38 are .Dijual   kepada YUNUS  Murad  dan  bukan miliknya   pada tanggal 4 juni  tahun 2009 //  dan selanjutnya Yunus murad menjual kepada juraidin Asis   ,pada saat itu  Juraidin Asis .melakukan penjualan dan

transaksi kepada , H .Abd .Kahar   Sibali

pada tanggal. 3 maret 2017 .seluas  35  are  dijadikan  dua akta jual beli ,akta  jual  beli pertama  seluas 2000 meter persegi     /  akte jua beli kedua   1500 meter persegi , tanggal yang sama bulan sama  haripun sama di tahun  yang  sama  2017 penjualan /dan  pengajuan  sertifikat,/untuk mengelabui  pemilik tanah  adat  ahli waris  dari  Arasak  bin hatibu   kohir  8 c1 ,.luas  8 are dan adapun batas  tanah  sebelum dijual oleh orang  lain  dan bukan  hak miliknya :

sebelah utara       :  milik  samaung bin palara  ,luas  0,3 are  persil 755 C1  Bukan  atas nama  Kahar sibali

sebelah  timur      : jalanan

Sebelah  selatan   : Sada bin kaneng   persil 757 C1  luas   0,6 are  ,,Bukan  atas nama , juaraidin

Sebelah  barat   :  laut  dan  tanah Negara

Atas Nama .H .Kahar sibali  / kami   Selaku   Ahli waris    atas nama  MUDDIN DG SILA   Keberatan  , dan  Menyangga   permohonan  penerbitan  Surat    SERTIPIKAT    Kepada kantor  Badan  pertanahan  nasional   [BPN] takalar.

–          Kami  atas  nama   MUDDIN DG SILA  ,berharap kepada  kepala  BPN Takalar  meneliti  pengajuan  permohonan  sertifikat  tanah  menjadi hak   milik  ,berdasrkan  apa sipenjual  hingga  mereka bisa menjual tanah  milik orang lain ,apakah dia  berdasarkan  surat  putih yang sah  atau surat putih yang dipalsukan ,, atau  surat  Rinci  letter  . C 1 , YANG Benar dari ipeda   oleh yang tidak bertanggung  jawab .

–       Kami lampirkan i akta jual beli  sipenjual  dari  PPAT pemerintah  terkait ,diduga adanya  data rekayasa   dari pemerintah setempat  ,,

-Kami  dari ahli waris  dari  Arasa bin hatibu  baru kali ini melakukan sanggahan  karena  baru juga           kami dapatkan   data data  akta  penjualan  tanah kami  dan berpindah keorang lain  dan bukan hak milik mereka ,,.

–   Kami juga  sampaikan kepada  badan pertanahan  nasional  takalar ,bahwa  tanah paling banyak  bermasalah  di desa  Aeng batu batu kecamatan  galesong utara  karena  mudahnya  data yang di rekayasa  oleh  oknum pemerintah setempat ,.

–  Kami  ahli waris  menyatakan  yang sebenar benar nya  bahwa nama  yang  tertera  diatas baik penjual maupun pembeli  kami tidak pernah  menjual   tanah   kami  kepada siapapun baik keluarga  kami  selaku ahli waris dari  almarhum  Arasak bin hatibu ,.

 

Karena  adanya  dugaan   permainan    merekayasa  data  pemerintah terkait  Bersama   penjual dan  pembeli ,  Ahli Waris almarhum   ARASA BIN  HATIBUB  , tak pernah ahli waris merasa

melakukan penjualan kepada siapapun hingga kami selaku ahli waris merasa dirugikan .sehingga kami  memasukkan  surat   permohonanan pengaduan sanggahan  secara Tertulis kepada  Bapak  atau ,  IBu kepala,Badang pertanahan  nasional takalar [ BPN ] Takalar  ,selaku pimpinan BPN di Kabupaten Takalar sulawesi. selatan .

Selain itu kami  Lampirkan barang bukti sebagai berikut:

Kami lampirkan foto copy surat Rinci  C1  PERSIL 55 Kohir   8  C1  atas Nama, Arasa  bin  hatibu .

.kami juga lampirkan Foto Cof i  surat akta jual beli  tanah darat dari pembeli pertama dan pembeli kedua dan pembeli  terahir .

Kami  juga  sebutkan  luas  sebelum  Tanah  bertamba  luas  dari  0,8 are,atau  ( kurang  lebih  delapan  ratus meter persegi)  saat sekarang  ini   ukuran  dalam  akta  jual  beli pertama  sudah menjadi Luas  0,35 are  dan  dua  kohir   atau ( kurang  Lebih  ,tiga  ribu limaratus meter persegi), Dijadikan  dua  akte jual beli  dari  orang bukan hak milknya

Kami selaku ahli waris   Almarhun  dari  Arasa   bin  Hatibu  keberatan  apa bila ada salah satu pembeli yang mengajukan  surat  permohonan   sertipikat  mohon pihak  Badan pertanahan  nasional Kabupaten  Takalar  ,sebaiknya  BPN , menanggukan  sertipikat  atas  nama  Kahar    daeng  Sibali  // karena  tanah  yang  dibeli tanah sengketa  dan sebagian tanah  negara  dan  tanah tambahan  dari laut  ,.

baru   Beberapa bulan  terahir ini  diketahui   pindah  tangan setelah  tanah itu  dibeli  oleh  sipembeli/ Kahar  sibali  ,dan selama ini  tanah tersebut  dikuasai  oleh  keluarga  pegan gadai  atas nama  daeng  Tutu   senilai  RP  500  ribu rupiah

-Kami   ahli  waris  dari  Almarhum  Arasak bin hatibu   memasukan  sanggahan  kebadan pertanahan  nasional  kabupaten takalar  agar  permohonan  sipemohon  sertifikat  itu dibatalkan  karena penuh dengan rekayasa oleh pemerintah yang terkait  , apabilah  dikemudian hari   jika pihak  BPN  ,memaksakan  untuk  menerbitkan  sertifikat  tanah  masih sengketa   ahli waris  menduga  , adanya  permainan  antara  pemohon sertifikat  yaitu H.kahar daeng Sibali  adalah orang  berada ,karena  kami  selaku  ahli waris tidak  pernah  menjual  tanah darat  kepada siapapun  mengapa pihak  pemerintah  relah melakukan  rekayasa data  dan  menadatangani surat permohonan  sertifikat  tersebut seluas  0,15 are  atau  seribu limaratus meter persegi  terterah  diakta jual beli ,

Dan  kami  ahli waris  berharap  kepada pihak pertanahan  atau   petugas pertanahan  sebaiknya  dilakukan  penelitian  surat  kepemilikannya  penjual  kepada pembeli  surat apa yang digunakan  menjual  tanah  darat tersebut  ,karena  kohir yang mereka gunakan  kohir 755 C1  milik orang lain  adalah milik  samaung bin palara  bukan milik kohir sipenjual    ,.

-Kami  ahli waris  dari Arasa bin  hatibu   menduga  adanya dugaan oknum  pihak  pemerintah   yang  terkait  bermain  dengan  seorang penjual pertama dengan penjual  ter ahir   .yang mengajukan  sertifikat  karena  orang Tajir  dan  orang  berada ,hingga  pihak   pemerintah memaksakan  kehendak  melakukan  dan  berkeinginan  penerbitkan  sertifikat  tanah  yang masih bersengketa  ahli waris  ,dengan  penjual  dan  pembeli  yaitu  H. Kahar  daeng Sibali.

Demikian permohonan sanggahan   ini   kepada Badang   BPN  Takalar , bersedia untuk membantu kami  menangguhkan   permohonan sertifikat   dan  menunjukan  persil 55 BLOK 003   kohir755 D1 Luas 0,3  are tanah induk  dibuku  .C1 . dan kohir  8 C1 dijadikan   satu  kohir  755 C1  di akta  jual  beli  masing –masing  atas  nama  pembeli , abd Kahar  Sibali ,TANAH  Seluas  35  are  ini  adalah  tanah adat  dan sebagian tanah Negara ,, dan  tanah  tambahan  dari  laut   masih dalam sengketa . perkara tanah  kami  ini ,Yang  dijual oleh orang  lain yaitu  Sabang    bin DoLo Bukan  tanah  miliknya   ,  hak  tanah  warisan kami. Karena  adanya  kerja sama  pemerintah desa  terkait,.  Atas perhatiannya . Kami ucapkan terimakasih.

 

Bontorita  :     JuLi ,  2018

 

TTD

 

(    Muddin  Dg  Silah   )

Tembusan:

1.Kepala  Badan  pertanahan  nasional  provensi sulawesi selatan

2.Ketua DPRD Kab.Takalar

3.Ketua pengadilan  Negeri Kab .Takalar

4.Kantor  mapolres kab , Takalar

5 Kantor   camat   galesong utara

6.Kantor desa  Aeng batu batu