Reklamasi Pantai Merugikan Masyarakat Nelayan Kecil yang ada dipesisir pantai dan merusak pulau pulau kecil

299

,,Reklamasi  Pantai  Merugikan  Masyarakat Nelayan Kecil  yang ada dipesisir pantai dan  merusak pulau pulau kecil

 

Makassar – Mapj- sulsel  masyarakat pada  khusus masyarakat kepulauan  resah adanya  pengerutan pasir dilaut  dimalam hari  hingga masyarakat kecil  pada  siapa mereka  mengaduh yg terlibat reklamasi pantai diduga oknum para penguasa yg terlibat dalam hal ini akibat ada reklamasi pantai ,,pengerukan pasir dipulau gusung berdampa pd pulau ,dan tanah  garapan  disekitar  bibir  pantai  ,

 

Hingga  masyarakat pulau gusung tenga lambat laun  akan jadi longsor akibat adanya pengerukan pasir dipulau sehingga pulau melangalami biaya besar puluhan miliyar pertahun kurang lebih ,,akibat adanya pengerukan pasir kurang lebih 7000 truk diperuntukan untuk  penimbungan ke CPI Tanjung bunga dan anggaran biaya reklamasi pantai mengakibatkan Negara dirugikan,, dan masyarakat dapat dipertanggung jawabkan oleh  bapak Gubernur sulsel dan pelindo dan bapak walikota Makassar beberapa istansi lain yg terkait tentang pelaksanakan pengerukan pasir pulau gusung bakkan Tanjung bunga diperjual belikan  penggarap lokasi pantai ,,

 

Karena  aknum  oknum  walikota Makassar  ini dani pemantau membeli lokasi garapan dari dg sikki dan Dg Naba kedua orang  itu  sudah  menjalani hukum sedang lokasi menurut keterangan Dani pemantau walikota  makassar kepada anggota inpestigasi  mapj sulselbar ,,atas  nama  ,,Toto petugas PWI sulsel mendapatkan  informasi  bahwa  yg menjual lokasi garapan  dg Manna pada mantang walikota Makassar  sedangkan lokasi  Itu  sudah  ingrah  dari hasil petusan mahkama  Agung bakkan surat2 asli garapan dimiliki oleh penggarap  atas nama  Dg Manna  bakkan ada surat somasi dari pemilik  lokasi kepada Badan pertanahan nasional [ BPN ]   kota makassar dari penggarap menjadi pertanyaan masyarakat kenapa bisa diterbitkan sertipikat  oleh  pihak yang berwenan pada  waktu itu sedang permasalahan dalam proses hokum  ,,pada saat proses  hukum saat  ini proses hokum sudah  ingrah  ..

 

Namun  tetap pihak oknum penguasa saat itu menjual lokasi garapan masyarakat inilah menjadi  permasalahan  ditenga tenga masyarakat yang tidak bisa ber buat  banyak  terhadap hak  nya sendiri ,.

Inilah  menjadi pertanyaan pablik khusus masyarakat Sulawesi selatan  di Makassar,, hukum itu  untuk  siapa??? Kata di istelakan oleh maling teriak maling sapi punya nama kerbau punya susu ,,atas nama  masyarakat Sulawesi selatan  dimakassar mengharapkan pihak penegak hukum pemegang amanah rakyat melakukan tugas demi negra dan bangsa jangan ada dusta diantara kita dan melakukan proses hukum secara proposional tidak  ada keberpihakan sehingga masyarakat menikmati kebebasan bermasyarakat dan menikmati kemerdekaan hasil keperjuangan orang2 tua kita terdahulu merebut kemerdekaan tampa pamri [Redaksi  tim media , mapj- sulsel ]